White Cat
SNChii - KNKun Blog !~

Shiro a lonely cat
Rabu, 18 Juli 2012 | 03.35 | 0Animer

                “Nona, jangan ambil Ibuku !” Aku berteriak, Namun sayang majikanku tak mengerti apa yang Aku katakan, Karna Aku hanyalah seekor Kucing
SHIRO NEKO CHII
                                                                 a lonely Cat… with Magic and love
Part 1
ShiroNekoChii © me


                Ibuku adalah kucing ras Muchkin, Ibuku dikawinkan oleh Kucing tetangga ber-ras Persia Putih, dan Ibuku adalah salah satu kucing tersayang majikanku yang bernama Aya, Aya adalah gadis berumur 9 Tahun dalam kepribadian berkeluarga Ala Jepang dan tinggal di kehidupan yang kaya raya, Ketika di hari kelahiranku, hanya Aku lah yang lahir dalam perut Ibuku, Namun manjikanku tak menerimaku dengan baik, Dia tak mempedulikanku karna dia hanya suka mengurusi Ibuku, Disaat Aku ingin bersama Ibu, Ibu selalu di bawa Aya untuk bermain, Ibuku juga memandang sedih karna perlakuan Aya yang tidak pernah melihatku dengan baik, Aku di beri nama “Shiro” yang berarti ‘Putih’ dalam bahasa Jepang, dan nama itu tertera jelas di Kalungku, Di ukir rapih dengan bahasa Hiragana dan beserta tulisan ‘shiro’ di dalamnya.
                Ibu Aya mengatakan bahwa Aku memiliki badan yang kecil mungil yang pertamakali dilihat selama Ibu Aya memiliki kucing, Setelah di bawa ke dokter hewan, Dokter mengatakan aku bertubuh mungil ini harus dijaga baik, kalau tidak , semakin aku hidup semakin cepat mati jika tak diurus baik
                Namun Seminggu kemudian, Majikanku pindah rumah
                “Aya, Shiro tak di bawa ?” Tanya Ibu Aya
                “Biarkan saja !” Kata Aya dengan membawa Ibuku
                Dengan segera Ibu Aya membawaku ke Mobil, Namun ketika Aya melihatku, Aya membuangku ke jalan dan membawa Ibuku pergi, Aku ditinggal sendiri dan mobil itu pun meninggalkanku, Aku… Kucing putih kecil yang masih berumur seminggu pun ditinggal sendiri…. Tanpa Ibuku

                Aku berjalan menelusuri jalan yang tak pernah kulihat sebelumnya, Aku mengeong-ngeong tak jelas memanggil nama Ibuku, Dan Aku hanya bisa menangis dalam hati, Kudapatkan Air yang tak jelas berasal dari mana dengan rasa yang tak enak untuk pertamakalinya untukku, Ku mendapatkan makanan yang tak jelas dengan berbau busuk, Entah mengapa manusia tak mengerti kehidupan kami para kucing, Apa yang membedakan Kucing ras orang kaya atau Kucing ras kampungan, Apa yang membedakan Kucing indah dan Kucing jelek ? Dimata Yang Maha Kuasa pun semua sama, dan yang membedakan hanyalah akhlak kebaikan diri sendiri, Mengapa Manusia selalu membedakan kami? Kami kan mahkluk hidup mengapa tak di hidupi dengan nasib yang sama ? Dan kenapa Ibuku harus diambil ? Apa yang membedakan kami ?
                Seharian ku berjalan, Aku hanyalah Kucing Kecil, Tak mungkin Aku bertahan dengan kehidupan seperti ini, Tak lama hujan pun turun deras, Aku tak bisa menahan kehidupan seperti ini, Dijalan Aku pun tergeletak tak berdaya, Dengan tubuhku yang mungil, buluku yang putih bersih kian terselimut debu dan pasir, dengan itu bulu ku pun basah, badanku menggigil dan Aku hanya bisa mengeong kecil, kini aku bukanlah Kucing yang manis ras Muchkin ataupun persia, aku hanyalah kucing sendirian yang tak berdaya, bahkan aku hanyalah kucing kampungan yang tak berguna, satu lagi, aku hanyalah sampah, namun, semoga yang diatas bisa memberikan aku kekuatan untuk hidup mencari tuan yang setia padaku..

                “hey Bangun kucing kecil”
                Aku mendengar Suara seoran laki-laki, dengan lembut menyapaku dan mengusap-usapku, aku hanya tertidur dalam ranjang lembut dan hangat, sedikit demi sedikit aku membuka mataku dan melihat sosok yang tampan manis tersenyum menyambutku, melihat tempat disekelilingku, sangat luas dan tertata rapih seperti hotel dan melihat begitu indahnya pemandangan dari jendela kamar yang terbuka, memandang kembali laki-laki tersebut, dengan rambut yang basah sedikit ikal, mata yang sedikit sipit dan matanya memandangku khawatir, dan tercium wangi samar dari badannya dan juga rambutnya.
                “Kamu tak apa-apa kucing ?”
                Dia menganggapku seperti aku bisa berbicara dan dia tetap mengelusku dengan lembut, aku hanya bisa mengeong kecil seperti biasanya, Dia melihat kalungku, Awalnya dia bingung dengan tulisan Jepang yang tertera di kalungku, setelah di teliti baik dia melihat tulisan namaku tertera dan akhirnya dia mengangguk, dia membalikan kalungku dan tertulis ‘putih’
                “Jadi namamu Shiro? Sepertinya kamu kucing Muchkin atau.. persia ya, aha namaku Theo, apakah kau dibuang? Wah sayang amat, kamu tuh lumayan loh kucing mahal, kok di buang sih, wah padahal kamu unyu, parah nih yang buang gak tau diri” katanya panjang lebar seakan aku mengerti apa yang dia katakan, dan seperti biasa aku hanya bisa menjawab ‘meong’ dalam satu-satu pertanyaannya.
                Kadang dia bercerita sesuatu dan kadang dia tertawa, kadang dia curhat padaku, aku hanya bisa mengeong dan menjilat tangannya, dia pun tersenyum manis, dia pernah berkata “ jika aku putih, maka panggilah aku hitam, jika kamu shiro maka aku kuro” kuro dalam bahasa jepang yang berarti ‘hitam’ , kini aku telah menemukan majikan yang baik dan mengerti diriku , dan aku memanggilnya ‘ Tuan Kuro’

                5 hari setelah kejadian, kini aku terbiasa dengannya, Setiap pagi aku di beri susu dan diberi makanan kucing atau kadang tuan memasak ikan untukku, tuan memandikanku dengan rajin dan teratur, dan dia mengerti cara memandikanku jika setiap waktu jadwal mandiku ada, dan membersihkanku setiap hari, dan menyisirku setiap pagi, jika aku tidur, tuan selalu memelukku dan menyuruhku tidur diatas ranjangnya, dan tuan selalu curhat padaku seakan aku bisa menjawab, tuan kuro adalah tuanku yang paling baik dalam seumur hidupku.
                “Kamu tau gak, selain kamu, aku juga hidup sendiri, Aku tinggal di sebuah Apertemen ini, Keluargaku sangat banyak jadi aku memutuskan hidup sendiri, dari rumahku yang jauh nan disana, aku hanya bisa di kirimi uang untuk kehidupan aku, lagipula aku sudah SMA harus bisa tinggal bijak sendiri hehe” Tuanku Bercurhat Banyak tentangnya, dengan curhatan satu ini aku hanya bisa berkata meong, namun sebenarnya aku menjawab “Aku mengerti kamu tuan, Shiro juga mengalami yang namanya sendirian”
                Beberapa detik aku mengeong, Tuan Kaget dengan reaksi tak biasa, dan akhirnya dia tersenyum ikhlas dan berkata “Kita sabar aja ya Shiro, kita kan sama-sama sendirian” , lagi-lagi aku mengeong bermaksud menjawab “iya, Tuan juga sabar ya”
                “Iya Shiro, Shiro Sabar juga ya” Katanya dengan tersenyum Ikhlas..         
                Entah mengapa aku pun sedikit demi sedikit mengerti dan sadar, kata ‘meong’ ku dijawab oleh tuan kuro, tuan kuro mengerti apa yang ku katakan, entah apa yang terjadi, aku tak percaya…

                Keesokannya aku telah berjanji dengan tuan untuk jalan-jalan ke taman, karna Tuan sedang libur sekolah dalam pergantian tahun ajaran baru dan sedang ada waktu kosong, maka Tuan dengan senang hati akan bermain bersamaku sebelum 5 hari nanti, dikarnakan Tuan harus masuk untuk menjadi panitian MOS atau masa orientasi siswa di sekolahnya
                Pagi itu Tuan sudah berpakaian rapi, dengan lembut mengendongku, wangi samar-samar dari badanya tercium jelas, aku suka kalau Tuanku habis mandi, aku selalu digendong oleh tuan, wanginya gak nahan
                “ayo Shiro, siap untuk jalan-jalan?”
                Aku mengeong “iya” dan akhirnya tuan menyambar jaket jeans dari gantungan dan bersiap turun tangga lalu keluar Apartemen
                Setelah tuan mengiringku beberapa lamanya, terlihat taman yang sudah ramai dengan orang-orang sekitar, ini pertama kali aku mengunjungi sebuah tempat yang bernama taman itu
                Tuan lalu melihat Pedagang Eskrim menghampiri, Tuan lalu meminta 2 Es Krim vanila, dengan siap pedagang itu menyerahkan 2 es krim dengan siap, dan Tuan lalu mengiringku di bangku taman, setelah itu mengikatku agar aku tidak kabur, dan menyerahkan satu eskrim padaku, memintaku memakan es krim tersebut, aku menjilatnya pelan pelan sedangkan tuan menghabiskan eskrimnya dengan cepat, karna aku tak sanggup menghabiskan eskrimnya dengan cepat, tak lama es krim itu meleleh ditangan Tuan, aku jadi tak enak pada tuan karna telah membuat es krim itu menunggu untuk dihabiskan dan malah meleleh ditangan tuan, aku melirik tuan , mengeong untuk meminta maaf, Tuan tersenyum menjawab maafku “Tak apa Shiro..”
                Tak lama seorang perempuan dan seorang laki-laki datang menghampiri Tuan, mereka adalah teman-teman tuan
                “kucing lu ya Theo ?” Kata laki-laki itu
                “ yoi, unyu kan ? hehe kucing gua…” Tuan lalu bercerita banyak tentangku dan membangga-banggakan ku, aku melihat perempuan teman tuan selalu mendekat tuan dan kadang memegang tangan tuan dengan sok akrabnya, melihat tampangnya membuat aku ingin muntah, jeans pendek yang ketat, sepatu high heels, baju yang pendek ketat pula, kuku cat metalik, lens mata biru dan rambut bergelombang warna samar-samat coklat tua, plus wangi parfum mewah tercium jelas menyengat, tampang udah kayak manohara alay dan gatau ngawe-ngawer kemana *bahasanya kasar* ,melihat tuan sedikit risih dibegitukan oleh perempuan itu, aku merasa cemburu dan aku pun mengeong keras sekeras yang kubisa sambil melirik perempuan itu
                “JANGAN DEKATI TUANKU HEY PEREMPUAN ALAY !@$%^&^(()*_()()” aku mengeong bermaksud berkata seperti itu
                “Cindy, Lu bisa gak sih lepasin tangan lu dari gua” bentak Tuan pada perempuan itu “ Liat neh kucing gua marah”
                “Ah Theo, kok gitu sama aku”
                “Ju, Lu bisa kan narik adek lu satu ini, gua dah jijik deh diginiin terus”
                “ Cindy, lu bisa kali ngertiin kalau Theo ga bisa suka sama lu, ngertilah”
                “ Tapi Julio kakakku, gue tuh ga bisa lepas”
                “ Ah alay lo !” Tuan lalu mengamuk dan melepaskan tangan dari tangan perempuan yang bernama Cindy, meninggalkan mereka berdua, Tuan pamit pada laki-laki bernama julio dan mengiringku kabur dan kembali ke Apartemen, melihat kembali perempuan bernama Cindy, sepertinya dia tak menerima kata yang diucapkan Tuan.

                Keesokannya Tuan Kuro berkata dia ada janji untuk bertemu Ketua Osis di sekolahnya, Tuan memintaku untuk berdiam diri di Kamar, aku menuruti apa kata tuan. Sebelum pergi aku berlari pada tuan dan mengerang di kakinya, mengeong bermaksud berkata “Cepat pulang ya tuan, Aku sayang Tuan”, Tuan mengangguk dan berjanji akan pulang awal sekitar jam 12 Siang, Tuan berpesan banyak jika aku ditinggal di kamar, dan aku pun mengerti
                Beberapa jam ku tunggu kehadiran Tuan, namun Tuan tak kunjung datang, kadang aku diam tidur 2 jam di kasur tuan, beberapa kali aku membuka plastik makanan kucing dan kadang meminum susu, kadang aku main di kandang dan kadang aku bermain mainan kucing yang telah tuan sediakan, dan beberapa jam aku tertidur lagi, setelah sekian aku menunggu, jam 8 malam pun tiba namun tuan belum pulang, aku mulai mengkhawatirkan tuan
                Beberapa menit kemudian, tuan datang dalam keadaan babak belur seperti telah dihabisi oleh sekumpulan Harimau, Aku menghampiri Tuan, Tuan memegang ponselnya dan menelepon seseorang
                “terima kasih Cindy, kau mengiring sekumpulan orang-orang yang curang, skali lagi.. Lu alay Cin, baru di bilang gitu udah nyewa orang, Lihat aja kalau julio tau lu gini, cewek pengecut lu !” dan lalu menutup ponselnya, tuan melirikku dan memelukku sambil merintih kesakitan
                Aku pun mengerti, Setelah kejadian kemarin, Perempuan itu tak menerima perkataan Tuan dan bermaksud membalas dendam dengan menyewa seseorang untuk menghabisi tuan, aku hanya bisa mengeong kecil “ tuan sabar ya, sekecil apapun perbuatan, akan dibalas nantinya, sabar tuan !” padahal jika iya aku manusia, aku akan menangis sekencang mungkin, Tuan tersenyum lagi
                “Shiro makasih sudah mau menyemangati tuan”

                Malam itu Tuan pun segera membersihkan diri, Mengobatin dirinya dan tertidur pulas, aku tak bisa tidur, aku hanya memikirkan tuan, aku memikirkan bagaimana bila aku menjadi Manusia, aku pintar, aku bisa melakukan seperti manusia yang bisa lakukan, aku bisa membantu siapa saja, aku bisa berbicara, aku bebas, dan aku bisa membahagiakan tuan, tuan yang selama ini telah mengurusku dan menyelamatkan nyawaku, aku hanya kucing tak berdaya yang mungil, aku tak bisa apa-apa, dan kau tak bisa sekalipun membalas budi tuan, aku ingin menjadi manusia, dan aku ingin bisa segala hal ! dan malam itu aku terus meminta pada yang maha kuasa untuk mendatangkan sebuah keajaiban padaku.

                Pagi itu tuan kaget memandangku seakan tak percaya
                “k..ka..kamu shiro ?” katanya terbata-bata dengan gugup, melihatku hanya terbalut Selimut
                “Loh kenapa tuan”..
`               Eh… aku bisa bicara, aku lalu berdiri, melihat diriku, aku melihat sebuah koran, dan aku mengerti tulisan-tulisan yang ada di situ, aku bisa melihat warna, aku bisa berjalan, aku berkaca, badanku seperti manusia dan aku tak percaya, dan aku memiliki rambut panjang bergelombang yang indah, namun, tuan hanya bisa menutup mata sambil memberikanku bajunya… ah aku mengerti mengapa…….
                Setelah itu, tuan masih tak percaya apa yang telah terjadi padaku, aku menjelaskan yang sebenarnya, akhirnya tuan tenang dan mengerti
                “Eh bentar, kalau kamu manusia udah segede ini, apa bisa ngerti nih?”
                “Coba test aja aku, Tuan”
                “ 1 + 1 ?”
                “ 2”
                “ 1y disebut apa?”
                “Aljabar”
                “Frekuensi Satuannya apa?”
                “Hz”
                Dan sejuta pertanyaan tuan beri padaku, entah mengap aku bisa menjawabnya
                “ehhh bisa masuk SMA nih..”
                “Nga ah walau gini shiro tetep ga ngerti, Satu lagi tuan, emang Shiro harus pake baju tuan?”
                “…….”
                Akhirnya tuan membawaku ke Shopping mall dan menyuruhku membeli pakaian yang aku mau, dan akhirnya setelah itu aku berdandan rapi, tuan memandangku kaget sampai tak keluar kata.. hanya terucap satu “ Manis ”
                Malamnya tuan membongkar ulang kamarnya, dan tertatalah 2 kasur untukku dan tuan.. sebelumnya aku membantu tuan dengan kamarnya dan aku mengobati luka tuan, sebelum tidur, tuan mengusap-usap kepalaku pelan-pelan, aku memeluknya dan berkata “Selamat malam tuan, Shiro janji akan membahagiakan tuan”, Tuan tersenyum “malam juga shiro, Tidur yang nyenyak ya kucingku sayang”, aku pun akhirnya berguna untuk tuan…

                Beberapa hari berlalu, dan tuan harus sekolah lebih pagi, tuan berkata, dia harus menginap di sekolah selama 3 hari kemudian, tuan berpesan untuk jaga diri, tuan memberiku beberapa uang secukupnya dan memberikan ponsel lamanya, katanya bila ada apa-apa tolong hubungi tuan secepatnya, dan kalau tidak di angkat berarti tuan sedang kerja atau sibuk, aku hanya mengangguk-angguk, Tuan berkata akan pulang saat jam 6 malam dan akan pergi lagi ke sekolah pada jam 10 malam untuk menginap
                “hati-hati dijalan tuan..” lalu tuan mengangguk angguk dan mengelu-elusku
                “Iya, kamu juga hati-hati di rumah ya”

                Tempo yang lalu, Tuan mengajariku tentang ponsel, dan aku pun mengirim satu SMS untuk tuan
               
                ‘To : Kuro

                Tuan lagi apa ?’

                Lama menunggu sekitar setengah hari pun berlalu, nonton TV, mengacak acak kulkas, dan mengemil makanan kucing *eh* ,lalu aku beranjak berbelanja untuk makan malam, pulang dari belanja, barulah SMS itu di jawab
               
                From : Kuro

                Maaf baru bales, aku lagi sibuk’

                Dan akhirnya tuan pun pulang sekitar jam 6, aku telah menyiapkan makan malam untuk berdua,
                “selamat datang tuan ! ayo makan dulu”
                “Shiro, aku tidur dulu ya, capek banget” keluh Tuan
                “i.. iya tuan”
                Ada sedikit kecewa dan senang, namun aku harus mengerti keadaan tuan, tuan pun tertidur pulas, aku yang sudah memasak makanan kini makanan itu telah dingin, dan aku hanya menghabiskan sendiri, tanganku yang di perban karna terpotong pisau, tanganku yang terbakar karna api, apakan tuan tak menyadari itu… ?
                Malam itu temannya menjemput tuan, aku membangunkan tuan dan tuan bersiap-siap pergi, tanpa apa-apa tuan hanya berkata “aku pergi dulu ya shiro”, dan malam itu pun menjadi sunyi…
                Aku lalu mencoba SMS lagi

                ‘To : Kuro

                Tuan lagi kerja ya ?’

                Beberapa jam lalu dibalas
               
                ‘From : Kuro
               
                Iya nih maaf ya’

                Dengan singkat pun dia membalas seperti itu
               
                ‘To : Kuro

                Shiro mau tunggu tuan, kalau udah selesai SMS shiro ya, Shiro tunggu J

                Beberapa menit lamanya akhirnya Tuan baru membalas
               
                ‘From : kuro

                Ih lama loh, beneran?’

                Lama banget …. -_-

                To : kuro

                Iya gapapa, aku tunggu J       

                2 jam berlalu , beberapa kali Aku SMS Tuan namum tak di balas, kadang “ Shiro masih nunggu tuan loh’ atau ‘tuan masih kerja?’ ,’ tuan ?’ dan lain-lainnya, dan akhirnya tuan membalas.
               
                ‘From : Kuro
               
                Hey aku udah nih’

                Dan akhirnya kami pun SMSsan *apatuh* , dan sangat singkatnya dia membalas dan aku balas dengan panjang, tak lama kita SMSsan, akhirnya selesai , dia telah tidur…… kekecewaan pun mengalir,

                ‘To : Kuro

                Met tidur tuan, sukses ya besok mabisnya’

                Pagi itu Tuan menyapaku dan akhirnya selesai sudah SMSsan tersebut pada pagi hari dengan singkat, kecewa pun telah mengalir, dan malamnya seperti biasa tuan tak mau makan, dan dia ingin segera tidur .. dengan berani aku menghampirinya             
                “Tuan kalau OSIS jadi cuek dan gak peduli sama shiro ya”
                “duh bukan aku cuek,aku kan ga bisa sms shiro, maaf deh”
                Cuma… ‘maaf deh’ .. ??
                “aku ngerti tapi bukan itu maksud shiro, tapi tuan jadi cuek dan gak peduli sama shiro!”
                “tuan bukannya gamau peduli sama shiro tapi kerjaku tuh full”
                “tapi bukan masalah itu, tuan tuh cuek aja kalau sm shiro kl sms duh kan tuan lagi-lagi bikin shiro bersalah ! shiro kan jadi mau nangis !!”
                “aku bukan nyalahin kamu, maaf deh maaf…”
                Aku hanya meninggalkan Tuan dan aku pergi keluar apartemen dan ke lobbi apartemen untuk duduk sendiri, menangis bersedu-sedu dalam lobbi yang sepi, entah tuan tak mengerti apa yang shiro katakan, setidaknya.. maaf bukan begitu sama shiro.. dan maafnya dengan gampang Cuma ‘ maaf deh’ sakit hati dan dia tak mengerti apa yang shiro rasakan !!! Shiro sayang sama tuan sampai khawatir, shiro sampai pedulinya dan sampai sayangnya sama tuan, tapi tuan tak pernah peduli denngan shiro, kehidupan ku berubah 180 derajat selama menjadi manusia…
                Aku pergi ke kamar apartemen dan menulis pesan pada kertas kecil dan menaruhnya di tangan tuan
                ‘aku ngerti, maaf ganggu, maaf gak bisa ngertiin, aku Cuma sampah dan nyampah’

                Aku pergi berlari tanpa arah, menangis dan meninggalkan tuan yang ku sayang, namun aku berharap semoga aku menemukan ibuku dan aku kembali menjadi kucing lagi… lebih baik aku mati dan aku tak pernah hidup sama sekali jika hidupku berjalan seperti ini….. Tuan .. maafkan aku,.. walau kenyataannya seperti ini, namun aku ingin tuan peduli pada shiro seperti dulu shiro seperti kucing waktu itu, tolong mengertilah tuan …..

Bersambung….
                

Older Post | Newer Post
Archives




Ads

Credit